Selasa, 14 Juni 2011

Hena

Alhamdulillah, besok genap sebulan aku menjadi seorang istri. Tapi blognya blom diupdate lagi, jadi blom bisa bagi-bagi cerita. InsyaAllah secepatnya bakalan review satu per satu vendor dan juga jalannya acara. :)

Dimulai dari H-1 ya. Kebanyakan pasangan dipingit klo mo acara. Tapi aku nggak bisa dipingit, H-1 masih aja jalan-jalan. Soalnya ada beberapa persiapan yang blom kelar. Salah satunya blom beli pacar (pemerah kuku) n blom pasang hena.

Katanya hena banyak di blok M. Tapi agak jauh juga klo harus ke blok M dari rumah. Jadilah cari di salon2 sekitaran depok. N ternyata nggak ada salon yang bisa masangin hena.

Sore harinya coba jalan ke Depok Town Square. Alhamdulillah, disana ada yang jual hena, sekalian bisa pasangin. Tinggal pilih motif, dilukis, tunggu kering, selesai dech.
Harganya juga masih terjangkau, 100 ribu untuk dua tangan. N hasilnya cukup memuaskan (walaupun di komplain mama waktu sampai di rumah, katanya motifnya kurang halus). Tapi apa daya, sudah terpasang, n baru bisa hilang dua minggu kemudian.

Inilah penampakan henanya :


Memang benar sich kata mama, motifnya agak kurang halus, di bagian daun paling bawah terlalu lebar. Jadi kesannya agak kasar. Tapi secara umum, not so bad. Hehe.. Bahkan ada juga yang bilang suka sama motifnya. :)

Klo ada yang mau pake hena, langsung aja datang ke Depok Town Squre, lantai Ground.
Pintu masuk samping (dekat Hoka-Hoka Bento), nanti disana ada yang jual pancar dan hena. (Maaf standnya nggak ada nama, n lupa minta CP nya)

Rabu, 04 Mei 2011

Undangan ( Review TRAN'S PRINTING)

Menghitung hari... Kurang dari 2 minggu lagi the big day will come.. Perasaan? Masih blom menentu, karena hawa-hawa marriednya masih blom berasa. Kata teman-teman yang udah berpengalaman, baru deg-degan pas mo akad. Berarti sejauh ini masih normal. Hehehe...

Persiapan? Alhamdulillah udah rampung 95 %. Mohon doanya biar semuanya lancar sampai hari H.
Kali ini aku mo mereview Undangan. Sebenarnya udah jadi dari sebulan yang lalu undangannya, tapi blom sempat review sampe sekarang.

N tara.... inilah penampakan undangannya...






Awal Februari aku mulai searching tempat cetak undangan. Waktu itu ada saudara yang sunatan di daerah Tebet, pulang dari rumahnya, aku n kk mampir ke Pasar Tebet Barat. Di lantai bawahnya hampir semua merupakan tempat cetak undangan. Kita masuk ke beberapa toko, tapi nggak ada yang cocok. Jadinya kita pulang dengan tangan hampa.

Besoknya aku searching di salah satu milis wedding, n banyak review tentang Trans Printing. Percetakan undangan yang juga ada di Pasar Tebet. Katanya hasilnya bagus n pelayanannya juga ramah. Minggu depannya langsung aja aku n kk ke Pasar Tebet. Nyari-nyari Trans Printing. Lokasi nya, klo abis turun tangga, ke kiri, jalan turus sampe mentok, ke kanan. Nah langsung dech ketemu Trans Printing. Disitu kita ketemu Mb Anna, yang punya tokonya. Kita dilayani dengan ramah. Aku n kk langsung jatuh hati sama salah satu undangan yang ada di sana. Setelah tawar harga, n jelasin desain kasarnya, mb Anna janji mo bikinin desainnya n akan dikirim ke emailku keesokan hari. Untuk proses ini kita diminta tanda jadi Rp.100.000.

Setelah kita terima contoh desainnya, 2 minggu kemudian balik lagi buat draft akhir, n naik cetak. Jadi prosesnya nggak terlalu lama. Waktu desain draft akhir, kita datangnya udah sore banget. Jam 5 lewat. Tapi kita tetap dilayani dengan baik. 2 thumbs up for services.

Undangan jadi sesuai janji, 1 bulan kemudian. Ya, tapi sedikit kecewa, karena hampir 40% dari undangan tersebut, agak cacat. Cacat disini dalam artian, cetaknya kurang sempurna, terutama pada tulisan yang bertinta emas. Kemungkinan tidak kering saat proses percetakan. Namun ketika kita complain, mb Anna langsung mau bertanggung jawab. Undangan yang rusak dicetak ulang lagi. N kita menerima semua undangan yang 99 % bagus, walaupun harus menunggu 2 minggu lagi.

Tapi secara keseluruhan, Trans Printing memuaskan dalam hal pelayanan.
Untuk vendor ini nilainya 8.


TRAN'S PRINTING
CP : Mb Anna
Telp : 081514282207 02189455623
email : trans_printing@yahoo.com

Jumat, 18 Maret 2011

Tinggal 2 bulan lagi.. Waktunya semakin dekat, tapi perasaan semakin campur aduk. Nggak tau kenapa, akhir-akhir ini jadi males ngurusin persiapan. Padahal masih banyak yang blom. Somebody, help me...

2 minggu lalu, aku n kakak sepakat untuk ambil cuti sehari. Tujuannya buat ngeberesin persiapan-persiapan yang nggak bisa dikerjain pas weekend. Rencananya kita mau beli mahar, trus ke tempat tante Rina buat milih baju n pelaminan, revisi akhir desain undangan sebelum naik cetak n ketemu sama Mas Herry buat bicarain prewed.

Dan.. apa yang terjadi? Dari semua rencana itu cuma dua yang berhasil dilaksanain, ke tempat tante Rina n ke undangan. Yang lain? Jangan ditanya dech, sampe sekarang masih belum tersentuh.

Ceritanya berawal dari malam Rabu, sebelum kita cuti hari Kamisnya. Nggak tau kenapa tiba-tiba aku jadi sensi, n si kakak ngomong yang nggak enak gitu. Jadilah tambah sensitif. Malamnya jadi nangis bombay. Eh.. pas besok paginya, si kk malah nggak ngasih kepastian jadi pergi atau nggak. Padahal dah terlanjur cuti. Pasrah dech, jadi pergi ya syukur, nggak jadi ya liburan di rumah aja. Tapi nggak enak juga udah janji sama tante Rina.

Jam 9, akhirnya kk jemput aku di rumah. Keputusannya kita jadi pergi, tapi aku harus nemenin kk dulu ke rumah sakit. Dan ternyata, jadwal ke rumah sakit yang aku perkirain cuma 2 jam, ternyata molor sampe 4 jam. Jam 1.30 kita masih di rumah sakit n hujan.. Jam 2 an baru berangkat ke tante Rina. Tempatnya di Pondok Kelapa, Kalimalang. Dan.... kita nyasar. Kk jadi bete, soalnya kk kira aku udah tau alamat pastinya. Sensi lagi dech bawaannya.

Nyampe tempat tante Rina sekitar jam 3. Disana kita milih-milih baju resepsi yang bakal dipake nanti. Warnanya bagus-bagus, tapi titah dari ibunda ratu alias mama tercinta, harus warna merah. Jadi kita tak boleh melirik warna lain.. walaupun si kk pengen warna ungu. Hehehe..






Ini adalah 2 model baju adat Padang. Yang satu berbahan beludru, warnanya merah terang n rame. Yang satu lagi bukan beludru, warnanya merah maroon dan cenderung lebih simpel. Kita berdua masih bingung mo milih yang mana, tapi mama bilang yang beludru aja. Berarti warna merah cabe. Kira-kira cocok nggak ya sama kulit aku yang kakak yang rada-rada ....

Setelah pilih-pilih n coba-coba, pembicaraan selanjutnya adalah tentang Pelaminan. Karena kita ambil paket, jadi sebenarnya kita dapatnya pelaminan padang standar bagonjong. Jadi maksudnya bagonjongnya cuma 3. Tapi kakak pengen babgoonjongnya yang 5. Bisa saja sich, tapi harus nambah bugdet. Dengan memelas, nego ke tante Rina biar nggak mahal-mahal, soalnya bugdet kita menipis. Mudah-mudahan ada rezeki dan kemudahan, biar bisa bagonjongnya banyak ya kak.. :P

Selasa, 15 Februari 2011

3 months to go

Lihat Daisypath hari ini, menunjukkan 3 months until our wedding day. Wah... berarti tinggal 3 bulan lagi. Bentar lagi. *Mulai Panik.

Sejauh ini, masih banyak yang harus diurusin. Mari dicek satu per satu....
1. Gedung : sudah DP
2. Catering : sudah DP
3. Pelaminan : Tante Rina, tapi blom ke sana
4. Baju akad : lagi dijahit
5. Jas kk : masih pertimbangin sewa atau bikin
6. Undangan : udah desain, tapi masih harus revisi sebelum naik cetak
7. Seragam : sudah dikirim untuk keluarga kk, n lagi dijahit disana
beli lagi tambahan bahan buat vira n teka
8. Foto & Video Resepsi : sudah sepaket sama catering
9. Cincin kawin : sama dengan cincin tunangan

Yang belum disentuh sama sekali :
1. Souvenir
2. Surat nikah n KUA
3. Foto Prawed
4. Mahar (ini urusan kk.. hehe)
5. Perawatan Pra Nikah
6. Rencana Honeymoon

Wow.. masih banyak yang harus diurusin. Harus semangat.. semangat. semangat. Doain ya, semoga selalu diberi kesehatan n lancar sampai hari H

Sabtu, 05 Februari 2011

Catering

Gedung udah dapat, hunting selanjutnya beralih ke catering. Kitalebih memilih paket all in one, jadi biar nggak ribet cari vendor nya satus-atu. Walaupun ada kekurangan juga klo milih paket ini, tapi kita lebih prefer ke sisi praktisnya, soalnya yang ngurusin pernikahan ini cuma kita berdua, n orang tua cuma tinggal nunggu laporan kita aja.

Setelah browsing n blogwalking, aku tertarik sama Nola Catering. Aku hubungi pihak nola nya, trus pernah test food juga. Sejauh ini, Nola Catering emang bagus, makanan n dekorasinya cocok sama keinginanku. Tapi sayang, Nola nggak rekanan sama Balai Makarti, jadi harganya agak mahal. N nggak cukup sama budget yang aku punya. N dengan berat hati, aku nyari WO yang lain.

Pencarian dilanjutin dengan memilih vendor-vendor yang rekanan sama gedung. Kebetulan waktu ke Balai Makarti, kita dikasih brosur vendor rekanannya. Akhirnya, pilihan aku n kk jatuh kepada Griya Pangan Catering. Trus kita hubungin pihak marketingnya, namanya Mas Heri. Orangnya welcome n ramah. Tapi pas mo ketemu, mas Herinya lagi ada urusan, jadi kita ketemuan sama Mb Icha, marketing Griya Pangan Catering juga. Waktu ketemu Mb Icha, kita diterangin paket2 nya, trus dikasih banyak advice juga buat acara kita nanti.

Bulan Desember, akhirnya kita mutusin pake Griya Pangan Catering aja, dengan beberapa alasan :
- Griya Pangan Catering merupakan vendor yang sering menangani Balai Makarti, jadi udah kenal medannya..
- Konsep yang ditawari sama dengan keinginan aku n cami
- Harganya masih sesuai sama budget, n tentunya kita juga dikasih bonus-bonus..

Tapi sejauh ini kita baru DP, mungkin bulan depan baru ke sana lagi, ngurusin detail-detailnya. Moga Mb Icha n Mas Herry betah ngelayani aku n kk yang agak banyak maunya..

O iya, klo yang mau liat penampkan Griya Pangan Catering, bisa kunjungi web nya langsung www.griyapangan.com

Kamis, 03 Februari 2011

The Venue (part2)

Setelah gagal hunting pertama, maka hunting selanjutnya dilakukan oleh kk. Kebetulan hari itu kk mau tugas keluar kota n berangkat siang, jadi paginya kk antar aku dulu ke kantor trus langsung pergi hunting gedung sendiri.

KK mendatangi Balai Makarti, Departemen Transmigrasi di Kalibata. Pas nyampe di sana, kk langsung jatuh hati sama gedung ini. Soalnya interiornya itu terbuat dari kayu, trus halaman parkirnya juga luas. N di lokasi itu juga ada mesjidnya, jadi bisa langsung nikah di mesjid itu. Kk pengen booking gedung itu langsung, tapi ternyata pengelola gedungnya baru datang jam 10. Padahal kk harus buru2 balik lagi ke Depok soalnya mau pergi tugas. Jadinya cuma dapat nomor telpon. N selanjutnya akulah yang bertugas untuk menghubungi pengelola gedungnya.

Siangnya aku telpon pengelola gedung, n kita dapetin tanggal kosong. Walaupun beda seminggu dari tanggal yang kita pengen. Tapi gpp, soalnya kk udah sreg banget sama gedung ini, padahal aku blom liat. Aku percaya sama pilihan kk. Hampir sama dengan gedung lainnya, pengelola gedung ini cuma ada pas hari kerja, kecuali klo hari sabtu atau minggu ada acara di sana, baru ada pengelolanya. Akhirnya aku putusin untuk booked gedung itu lewat telpon aja, takut nanti kehabisan lagi. N uangnya ditransfer aja. Soalnya nggak ada waktu lagi buat ke sana klo jam kerja.

Akhirnya setelah hampir 1.5 bulan booking gedung, aku baru dateng ke gedung itu. N ternyata benar, pilihan kk emang nggak salah. Gedungnya sesuai dengan yang diharapin. Ini penampakan gedungnya..


Untuk yang pengen tahu Balai Makarti, Departemen Transmigrasi, bisa menghubungi :
Ibu Santi / Yuni
Telp : 0217993376
Klo mo datang langsung, biasanya cuma ada pas hari kerja.

Tampak depan

Gambar diambil dari : sini

Rabu, 02 Februari 2011

The Venue (part1)

Persiapan pertama yang kita lakukan adalah hunting gedung. Soalnya ini hal yang sangat krusial. Malahan tanggal pernikahan kita itu bukan berdasarkan rapat tanggal baik n bulan baik, tapi berdasarkan jadwal gedung yang kosong. Tapi nggak masalah lah, semua hari itu kan baik. InsyaAllah.. :)

Awalnya sempat kesulitan sich buat datangin gedung-gedung yang kita incar. Soalnya pengelola gedung cuma ada pas hari kerja. Sedangkan aku n kk juga kerja. Jadi sama-sama susah ngatur jadwal klo mau cari gedung pas hari kerja. Akhirnya kita datengin gedung itu sendiri-sendiri, pas jam kerja.

Gedung pertama yang aku datengin adalah gedung Departemen Pertanian, di Ragunan. Soalnya lokasina strategis (Ragunan), daya tampungnya juga banyak (1200 orang), n harganya murah (4 juta). Karena gedung ini dekat sama kantorku, jadi akulah yang bertugas untuk datengin gedung ini.
Eh.. pas nyampe sana, pengelola gedungnya lagi nggak ada. Tapi aku sempat liat dalemnya, n wooow... bagus banget. Gedung ini juga baru direnovasi. Bener-bener jatuh cinta sama gedung ini. Tapi... gedung ini udah fully booked sampe Oktober 2011. Padahal waktu itu aku ke sana Agustus 2010. Berarti buat calon penganten yang tertarik sama gedung departemen pertanian, harus booked jauh-jauh hari, 1 tahun sebelumnya. Biar nggak penuh.. itu kata bapak yang bertugas di sana. Akhirnya dengan berat hati, resepsi ku nggak jadi pake gedung ini dech. Tapi nggak pa pa, masih banyak pilihan lain.. Hehehe..


Untuk yang pengen hubungi Gedung Pertanian bisa di no.telepon 021-7806131

Finally...

Setelah blogwalking yang sangat lama dan perenungan yang panjang, akhirnya blog inipun jadi. Sebenarnya udah dari dulu pengen nulis tentang persiapan pernikahan, tapi masih bingung mo nulis apa. Semoga aja setelah blog ini dibikin, ide-ide bisa mengalir untuk berbagi cerita sama teman-teman tentang persiapan pernikahan kami, sekalian biar bisa keliatan n review bagian mana aja yang belum dipersiapin. N mohon doanya juga ya, biar persiapan n semuanya dimudahkan n lancar sampai hari H.

Selamat membaca..