Tampilkan postingan dengan label Baju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baju. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2011

Tinggal 2 bulan lagi.. Waktunya semakin dekat, tapi perasaan semakin campur aduk. Nggak tau kenapa, akhir-akhir ini jadi males ngurusin persiapan. Padahal masih banyak yang blom. Somebody, help me...

2 minggu lalu, aku n kakak sepakat untuk ambil cuti sehari. Tujuannya buat ngeberesin persiapan-persiapan yang nggak bisa dikerjain pas weekend. Rencananya kita mau beli mahar, trus ke tempat tante Rina buat milih baju n pelaminan, revisi akhir desain undangan sebelum naik cetak n ketemu sama Mas Herry buat bicarain prewed.

Dan.. apa yang terjadi? Dari semua rencana itu cuma dua yang berhasil dilaksanain, ke tempat tante Rina n ke undangan. Yang lain? Jangan ditanya dech, sampe sekarang masih belum tersentuh.

Ceritanya berawal dari malam Rabu, sebelum kita cuti hari Kamisnya. Nggak tau kenapa tiba-tiba aku jadi sensi, n si kakak ngomong yang nggak enak gitu. Jadilah tambah sensitif. Malamnya jadi nangis bombay. Eh.. pas besok paginya, si kk malah nggak ngasih kepastian jadi pergi atau nggak. Padahal dah terlanjur cuti. Pasrah dech, jadi pergi ya syukur, nggak jadi ya liburan di rumah aja. Tapi nggak enak juga udah janji sama tante Rina.

Jam 9, akhirnya kk jemput aku di rumah. Keputusannya kita jadi pergi, tapi aku harus nemenin kk dulu ke rumah sakit. Dan ternyata, jadwal ke rumah sakit yang aku perkirain cuma 2 jam, ternyata molor sampe 4 jam. Jam 1.30 kita masih di rumah sakit n hujan.. Jam 2 an baru berangkat ke tante Rina. Tempatnya di Pondok Kelapa, Kalimalang. Dan.... kita nyasar. Kk jadi bete, soalnya kk kira aku udah tau alamat pastinya. Sensi lagi dech bawaannya.

Nyampe tempat tante Rina sekitar jam 3. Disana kita milih-milih baju resepsi yang bakal dipake nanti. Warnanya bagus-bagus, tapi titah dari ibunda ratu alias mama tercinta, harus warna merah. Jadi kita tak boleh melirik warna lain.. walaupun si kk pengen warna ungu. Hehehe..






Ini adalah 2 model baju adat Padang. Yang satu berbahan beludru, warnanya merah terang n rame. Yang satu lagi bukan beludru, warnanya merah maroon dan cenderung lebih simpel. Kita berdua masih bingung mo milih yang mana, tapi mama bilang yang beludru aja. Berarti warna merah cabe. Kira-kira cocok nggak ya sama kulit aku yang kakak yang rada-rada ....

Setelah pilih-pilih n coba-coba, pembicaraan selanjutnya adalah tentang Pelaminan. Karena kita ambil paket, jadi sebenarnya kita dapatnya pelaminan padang standar bagonjong. Jadi maksudnya bagonjongnya cuma 3. Tapi kakak pengen babgoonjongnya yang 5. Bisa saja sich, tapi harus nambah bugdet. Dengan memelas, nego ke tante Rina biar nggak mahal-mahal, soalnya bugdet kita menipis. Mudah-mudahan ada rezeki dan kemudahan, biar bisa bagonjongnya banyak ya kak.. :P